Oleh: Eddy Kurniadi (Presidium Forum Diskusi
Anggaran)
Kemiskinan
adalah salah satu produk dari runtuhnya nilai-nilai luhur kemanusiaan, seperti
hilangnya integritas para pemimpin, hilangnya kejujuran, tidak adanya keadilan,
transparansi, munculnya keserakahan, kedengkian, kedholiman, kekerasan dsb, yang
memasuki semua kehidupan sosial,ekonomi,budaya dan politik di masyarakat.
Pemuda (mahasiswa dan pelajar) sebagai
generasi penerus bangsa,yang merupakan sumber daya manusia juga sebagai subyek
pendukung secara mutlak dalam upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat di dalam
kelompok masyarakat yang memiliki hukum adat dan budaya sama kedudukannya tidak
akan pernah di temui adanya aturan -aturan yang membedakan.
Sudah seharusnya dan saatnya pemuda
sebagai pejuang nilai-nilai luhur kemanusiaan dalam upaya meningkatkan
kesejahteraan masyarakat dengan kerelawanan dengan keikhlasan mengabdi bagi
kepentingan masyarakat tanpa pamrih karena dengan demikian membuktikan
kemurnian perjuangannya bukan karena pesanan bukan karena bayaran melainkan
karena keyakinan yang mendalam bahwa nilai-nilai luhur tersebut adalah kunci
keberhasilan dalam memperbaiki kehidupan masyarakat.
Kalau selama ini isu-isu tentang
pemuda lebih banyak di ekspos dalam berbagai media massa yang bernada negatif
tanpa adanya konfirmasi pada situasi dan kondisi sebenarnya. Hal ini di
karenakan masih sempitnya posisi pemuda dalam gerak dan langkah pada tujuan
yang di inginkan.
Padahal sebagai bagian dari
masyarakat, pemuda diyakini lebih memiliki potensi dalam menyuarakan aspirasi masyarakat.
Yang perlu dipahami yaitu : seringkali orang menganggap keberadaan kader
masyarakat hanya untuk ekploitasi dan
mencari sensasi, padahal menjadi seseorang kader masyarakat bisa menjadi
keputusan seorang manusia dewasa karena di dorong motivasi membantu dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat
sekelilingnya.
Oleh karena itu pemuda harus
mempunyai visi,misi, dan obsesi yang kuat serta memahami hakekat dan subtansinya, agar bisa terlibat dalam
persoalan di masyarakat, serta mampu mendorong
kesadaran dan sikap kritis masyarakat dalam memanfaatkan berbagai peluang
yang akan dan telah menjadi kebijakan pemerintah.
Agar kedepannya bisa
melakukan advokasi, mediasi, dan membangun kemitraan antara semua pelaku, yang
bermanfaat bagi kepentingan rakyat serta melakukan pendampingan secara efektif,
efisien yang memenuhi prinsip-prinsip
nilai serta ketentuan yang berlaku dengan berusaha melalui berbagai upaya yang
berbasis nilai - nilai kemanusiaan..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar